Konfigurasi Web Server di Debian 12

Web server adalah perangkat lunak atau perangkat keras yang berfungsi untuk menyimpan, memproses, dan menyajikan halaman web kepada pengguna melalui protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) atau HTTPS (HTTP Secure). Ketika pengguna mengakses sebuah website, web server menerima permintaan dari browser pengguna, kemudian mencari file yang diminta (seperti halaman HTML, gambar, atau video) di direktori penyimpanan, lalu mengirimkannya kembali ke browser untuk ditampilkan. Web server juga dapat digunakan untuk mengelola aplikasi web, mengatur akses keamanan, serta mengoptimalkan penyajian data agar website berjalan dengan cepat dan efisien. Web server seperti Apache, Nginx, dan Microsoft IIS sering digunakan karena dapat menangani lalu lintas data yang tinggi serta menyediakan fitur keamanan dan kustomisasi.

A.Topologi Jaringan 

B.Tujuan

Mengetahui cara melakukan Konfigurasi Web Server di Debian 12.

C.Persiapan

1. Virtual Box


2. PuTTY

D.Langkah-Langkah Konfigurasi 

1. Langkah awal sebelum mengonfigurasi web server adalah menambahkan IP Address pada enp0s8. Hal ini penting agar klien dapat terhubung dan mengakses web server yang kita buat. Untuk melakukannya, jalankan perintah berikut:
nano /etc/network/interfaces

Selanjutnya,tambahkan baris ini :
allow-hotplug enp0s8
iface enp0s8 inet static
address [IP address]  

2. Setelah melakukan konfigurasi pada IP Address,langkah selanjutnya adalah melakukan restart jaringan.Caranya dengan menjalakan perintah : 

systemctl restart networking 

3. Selanjutnya,pastikan server yang digunakan sudah terdapat konfigurasi DNS Server.Jika server sudah terdapat konfigurasi DNS,tambahkan subdomain www pada zona forward.Untuk melakukan konfigurasi DNS Server dapat dilihat di sini : DNS Server .

4. Untuk menyimpan perubahan yang sebelumnya dilakukan,jalankan perintah restart pada layanan bind9.Caranya dengan menjalankan perintah :
systemctl restart bind
Setelah bind9 sudah di restart,lakukan pengecekan apakah subdomain www berhasil diterapkan.Caranya dengan melakukan ping terhadap subdomain www.Sebagai contoh saya memiliki domain team6.net , maka subdomainnya www.team6.net .(Pastikan perintah ping mendapat reply)

5. Web server yang pertama kita akan menggunakan apache2.Jadi sebelum konfigurasi kita akan menginstall paket apache2.Caranya dengan menjalankan perintah : 
apt install apache2

Saat muncul pesan "Do you want to continue?" ketik "y" untuk melanjutkan instalasi. 


6. Jika ingin melakukan perubahan pada tampilan web server,dapat dilakukan dengan mengedit file index.html.Caranya dengan menjalankan perintah :
nano /var/www/html/index.html

7. Langkah berikutnya,menyalin server block default untuk menjadi server block baru.Caranya masuk terlebih dahulu ke direktori sites-available dengan menjalankan pereintah :
cd /etc/apache2/sites-available

Setelah masuk ke direktori sites-available,salin file 000-default.conf dengan menjalankan perintah

cp 000-default.conf [nama file salinan] 


8. Selanjutnya,lakukan perubahan pada server block yang sebelumnya dibuat menggunakan nano editor.Caranya dengan menjalankan perintah :
nano (nama file baru) 
Lakukan perubahan pada baris ServerName,pada baris ini masukkan nama domain yang sebelumnya dibuat saat konfigurasi DNS.

9. Untuk menggunakan konfigurasi server block yang baru, langkah pertama adalah menonaktifkan server block default, lalu mengaktifkan konfigurasi server block yang baru. Perintah untuk menonaktifkan server block default adalah dengan menjalankan perintah : 
a2dissite 000-default.conf
Setelah server block default berhadil dinonaktif,selanjutnya aktifkan server block baru dengan menjalankan perintah :
a2ensite (nama file baru)

10. Setelah server block baru sudah diaktifkan,langkah selanjutnya lakukan restart terhadap layanan apache2 dengan menjalankan perintah :
systemctl restart apache2

Hasil Konfigurasi

Hasil konfigurasi Web Server dapat diverifikasi dengan membuka browser di kedua client. Kemudian, masukkan nama domain yang telah dikonfigurasi pada kolom pencarian browser dan tekan enter.

Verifikasi Pada Client Linux 

Verifikasi Pada Client Windows

Konfigurasi Web Server NGINX

1. Karena sebelumnya kita telah melakukan konfigurasi web server menggunakan layanan apache2 dan layanan Apache2 masih aktif, service tersebut perlu dihentikan terlebih dahulu agar layanan Nginx dapat berjalan. Langkah ini dilakukan dengan menjalankan perintah berikut:
systemctl stop apache2
Lalu cek statusnya dengan menjalankan perintah : (Pastikan statusnya adalah "inactive (dead)")
systemctl status apache2 

2. Web server yang kedua kita akan menggunakan NGINX.Jadi sebelum konfigurasi kita akan menginstall paket NGINX.Caranya dengan menjalankan perintah : 
apt install nginx

Saat muncul pesan "Do you want to continue?" ketik "y" untuk melanjutkan instalasi. 


3. Untuk mengubah tampilan web pada nginx,caranya hampir sama dengan apache2 hanya berbeda pada penamaan filenya saja.Sebelum merubah tampilannya masuk dulu ke direktori /var/www/html.Caranya dengan menjalankan perintah :
cd /var/www/html
Lalu gunakan nano editor untuk melakukan perubahan.Caranya dengan menjalankan perintah :
nano index.nginx-debian.html

4. Setelah file index.nginx-debian.html sudah terbuka menggunakan nano editor.Lakukan perubahan tampilan web sesuai yang dinginkan.

5. Untuk menyimpan perubahan yang sebelumnya dilakukan.Restart layanan nginx dengan menjalankan perintah : 
/etc/init.d/nginx restart 
Lalu cek status layanan nginx dengan menjalankan perintah : (Pastikan statusnya "active (running)")
/etc/init.d/nginx status

Hasil Konfigurasi

Hasil konfigurasi Web Server dapat diverifikasi dengan membuka browser di kedua client. Kemudian, masukkan nama domain yang telah dikonfigurasi pada kolom pencarian browser dan tekan enter.

Verifikasi Pada Client Linux 

Verifikasi Pada Client Windows

Posting Komentar

0 Komentar