Konfigurasi DNS Server di PNETLab


DNS (Domain Name System) adalah sistem yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain yang mudah diingat, seperti "www.example.com", menjadi alamat IP numerik yang digunakan oleh perangkat komputer untuk saling berkomunikasi di jaringan. Proses ini mempermudah pengguna dalam mengakses layanan di internet tanpa harus mengingat deretan angka alamat IP yang kompleks. Ketika pengguna mengetikkan nama domain di browser, permintaan dikirim ke server DNS yang kemudian mencari alamat IP terkait dan mengarahkan pengguna ke server tujuan. DNS memainkan peran penting dalam menjaga efisiensi dan kenyamanan pengalaman berinternet, memastikan bahwa setiap permintaan web dapat diterjemahkan dengan cepat dan tepat.

A.Topologi Jaringan

B.Tujuan

Mengetahui cara melakukan Konfigurasi DNS Server di PNETLab.

C.Persiapan

1. PNETLab
2. PuTTY

D.Langkah-Langkah Konfigurasi

1. Pertama, periksa alamat IP di interface eth1 pada server untuk memastikan alamat yang akan digunakan untuk remote server melalui PuTTY. Gunakan perintah " ip a " untuk melihat IP Address yang ada.

2. Buka aplikasi PuTTY, lalu remote server dengan menggunakan PuTTY,caranya dengan memamasukkan IP Address yang ada pada eth1 (192.168.236.137).Gunakan port 22,lalu klik Open untuk meremote.

3. Lakukan update terhadap Debian 12 dengan memasukkan perintah " apt update ".Update disini berguna agar kita dapat menginstal paket bind9.

4. Untuk melakukan konfigurasi DNS Server,kita perlu mengistall paket BIND9 terlebih dahulu.Untuk melakukan instalasi paket BIND9 dapat dengan memasukkan perintahapt install bind9 " . 

5. Konfigurasi DNS Server membutuhkan dua file zona. Untuk memulainya, salin kedua file tersebut dengan terlebih dahulu masuk ke direktori /etc/bind menggunakan perintah " cd /etc/bind " .Lalu kita buat salinan untuk file db.local dan db.127.Caranya dengan memasukkan perintah :
" cp db.local nama-file-baru "   contoh = " cp db.local belajar "
" cp db.127 nama-file-baru "     contoh = " cp db.local 100 "

6. Konfigurasikan file zona dengan membuka salinan file db.local menggunakan editor nano. Jalankan perintah " nano nama_file_salinan "(contoh = nano belajar) untuk membukanya dengan nano. Setelah file zona terbuka, ganti bagian yang ditandai merah dengan nama domain yang diinginkan dan sesuaikan IP Address sesuai dengan alamat IP pada interface eth1 di server.

7.  Konfigurasikan file zona dengan membuka salinan file db.127 menggunakan editor nano. Jalankan perintah " nano nama_file_salinan "(contoh = nano 100) untuk membukanya dengan nano. Setelah file zona terbuka, ganti bagian yang ditandai merah dengan nama domain yang diinginkan dan sesuaikan bagian yang ada angka 137 dengan oktet terakhir yang ada pada IP Address eth1 server.Contoh IP Address yang ada pada server adalah 192.168.236.137,maka oktet terakhir adalah 137.

8. Edit file named.conf.local untuk mendefinisikan zona yang akan dikelola oleh server DNS. Tambahkan konfigurasi untuk file zona forward dan file zona reverse (arpa) di dalamnya, serta sesuaikan alamat ARPA dengan zona yang dikelola.

Tambahkan konfigurasi berikut untuk file named.conf.local : 
zone "example.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.forward";
};

zone "0.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.reverse";
};
.: Pada bagian "example.com" ganti dengan nama domain yang sebelumnya dibuat pada file salinan db.local.Sesuaikan jalur file zone dengan file yang sebelumnya dibuat.(contoh : /etc/bind/belajar )
.: Pada bagian "236.168.192.in-addr.arpa" menujukkan zona reverse untuk IP Address yang sesuai.Zona ini mencakup tiga oktet pada IP Address yang dibalik IP Addressnya.Contoh IP Address nya adalah 192.168.236.137 kita ambil tiga oktet awal dan dibalik urutannya menjadi 236.168.192 .

9. Selanjutnya,ubah pengaturan IP Gateway pada named.conf.local dengan menggunakan nano editor.Pada bagian forwarders,sesuaikan dengan IP Gateway yang terhubung ke internet.Karena untuk gateway yang terhubung ke internet dari IP Address 192.168.236.137 adalah 192.168.236.1 , disini saya akan gunakan 192.168.236.1 pada bagian forwarders.

10. Lakukan perubahan pada /etc/resolv.conf menggunakan nano editor.Lakukan perubahan seperti berikut : 
search nama-domain-yang-sebelumnya-dibuat     Contoh : search team12.net
nameserver IPAddress-eth1-server                                       nameserver 192.168.236.137
nameserver 8.8.8.8                                                                nameserver 8.8.8.8

11. Selanjutnya instal paket dnsutils, yang menyediakan berbagai alat atau program terkait DNS,caranya dengan memasukkan perintah " apt install dnsutils " .

12. Selanjutnya instal git,ini berguna untuk memudahkan proses instalasi, pengelolaan, dan pembaruan Git.Untuk mengintal git dapat dengan memasukkan perintah " apt install git " .

13. Setelah menginstal Git,clone repositori git dengan memasukkan perintah :
 " git clone https://github.com/DamionGans/ubuntu-wsl2-systemd-script.git "

14. Setelah melakukan clone repositori,kita masuk ke direktori ubuntu-wsl2-systemd-script,untuk melakukannya dapat dengan memasukkan perintah " cd ubuntu wsl2-systemd-script/ ". Kemudian jalankan skrip dengan perintah " bash ubuntu-wsl2-systemd-script.sh --force " .
.:Perintah " bash ubuntu-wsl2-systemd-script.sh --force" : Menjalankan skrip ubuntu-wsl2-systemd-script.sh dengan opsi --force untuk mengaktifkan systemd di WSL2.

15. Selanjutnya matikan Server Ubuntu dan hentikan vm PNETLab.Jika sudah dimatikan,nyalakan kembali vm PNETLab dan Server Ubuntu.Setelah itu,restart layanan BIND9 dengan memasukkan perintah " systemctl restart bind9.service " .Kemudian cek status dari layanan BIND9 dengan memasukkan perintah " systemctl status bind9.service " .

16. Karena pada langkah sebelumnya server dimatikan,konfigurasi pada /etc/resolv.conf akan hilang.Jadi pastikan file /etc/resolv.conf berisi IP Address server yang sesuai.

17. Selanjutnya,lakukan verifikasi DNS yang sebelumnya sudah dibuat,dengan memasukka perintah :
 " nslookup ip-address-server "      Contoh : nslookup 192.168.236.137
 " nlookup nama-domain "                            nslookup team12.net

18. Verifikasi konfigurasi DNS dapat dilakukan dengan melakukan ping ke domain yang sebelumnya sudah dibuat. Misalnya, untuk memeriksa domain team12.net, masukkan perintah :
 " ping team12.net "     (sesuaikan dengan nama domain masing-masing.)

19. Verifikasi DNS juga bisa dilakukan dengan perintah dig. Untuk memeriksa domain yang sebelumnya dibuat, gunakan perintah:
 " dig team12.net "    (sesuaikan dengan nama domain masing-masing.)

*Perintah dig (Domain Information Groper) digunakan untuk query DNS dan memperoleh informasi tentang nama domain, seperti alamat IP dan catatan DNS lainnya. Ini berguna untuk mendiagnosis masalah DNS dan memverifikasi konfigurasi DNS.

Posting Komentar

0 Komentar