DHCP server adalah layanan yang secara otomatis memberikan alamat IP dan informasi konfigurasi jaringan lainnya kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Kegunaannya adalah untuk memudahkan pengelolaan alamat IP di jaringan, sehingga perangkat seperti komputer, ponsel, atau printer dapat memperoleh alamat IP dan konfigurasi jaringan lainnya tanpa perlu dikonfigurasi secara manual.
Di Debian 12, DHCP server digunakan untuk mendistribusikan alamat IP dan konfigurasi jaringan secara otomatis ke perangkat yang terhubung. Dengan DHCP server, pengelolaan jaringan menjadi lebih sederhana dan efisien, terutama pada jaringan dengan banyak perangkat yang membutuhkan konfigurasi otomatis.
A.Topologi Jaringan
B.Tujuan
Melakukan DHCP Server pada Debian 12
C.Persiapan
1.VirtualBox.
2.PuTTY
D.Langkah-Langkah Konfigurasi
1. Konfigurasi jaringan pada server Debian di virtual machine dengan dua interface, yaitu bridge adapter untuk akses internet dan host-only adapter untuk menghubungkan PC Client yang akan diatur sebagai DHCP Client.
2. Lakukan konfigurasi IP Address dan menambahkan interface enp0s8 untuk interface yang akan dihubungkan ke PC Client.Untuk melakukan konfigurasi IP Address dapat dengan cara memasukkan perintah " nano /etc/network/interfaces " .
3. Setelah masuk ke nano editor, tambahkan interface enp0s8 dan tambahkan IP Address pada interface enp0s8.Disini saya memasukkan IP Address sesuai dengan team saya "Team 6" jadi IP Address nya adalah 106.106.106.1/24 .
4. Setelah melakukan konfigurasi IP Address,masukkan perintah " systemctl restart networking " untuk merestart jaringan.
5. Selanjutnya lakukan pengecekan untuk memeriksa apakah IP Address nya sudah berubah,untuk mengeceknya dapat dengan memasukkan perintah " ip address " .
Terlihat pada interface enp0s8 berhasil diubah IP Address nya menjadi 106.106.106.1/24 .
6. Untuk mengantisipasi kesalahan saat menambahkan repository, kita perlu mencadangkan file source.list. Caranya adalah dengan masuk ke direktori /etc/apt menggunakan perintah " cd /etc/apt ", lalu salin file source.list menjadi file backup dengan perintah " cp source.list sourcelist.backup ".
7. Edit file sources.list menggunakan nano editor untuk menambahkan reposiroty.Untuk melakukan edit file dengan nano editor dapat dengan memasukkan perintah " nano sources.list " .
deb http://deb.debian.org/debian bookworm main non-free-firmware
deb-src http://deb.debian.org/debian bookworm main non-free-firmware
deb http://deb.debian.org/debian-security/ bookworm-security main non-free-firmware
deb-src http://deb.debian.org/debian-security/ bookworm-security main non-free-firmware
deb http://deb.debian.org/debian bookworm-updates main non-free-firmware
deb-src http://deb.debian.org/debian bookworm-updates main non-free-firmware
export PATH=$PATH:/sbin:/usr/sbin
dhcp-lease-list
9. Lakukan update terhadap Debian 12 dengan memasukkan perintah " apt update ".Update disini berguna agar kita dapat menginstal paket DHCP Server.
10. Periksa repository yang ada pada file sources.list,untuk melihat isi dari file sources.list dapat memasukkan perintah " cat sources.list " .
11. Install paket DHCP Server pada Debian 12.Install paket DHCP Server dengan cara memasukkan perintah " apt install isc-dhcp-server-ldap " .
12. Untuk mencegah kesalahan saat mengkonfigurasi DHCP, buatlah salinan cadangan dari file dhcpd.conf. Caranya adalah dengan masuk ke direktori /etc/dhcp dengan perintah " cd /etc/dhcp ", lalu salin file dhcpd.conf menjadi file backup dengan memasukkan perintah " cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup " .
13. Edit file dhcpd.conf menggunakan nano editor untuk melakukan konfigurasi IP Address pada DHCP Server.Untuk melakukannya dapat dengan memasukkan perintah " nano dhcpd.conf " .
14. Di bagian ini, kita akan mengkonfigurasi IP Address yang akan digunakan untuk dialokasikan kepada DHCP Client.
15. Ubah konfigurasi IP Address di file dhcpd.conf untuk mendistribusikan IP kepada DHCP Client. Sesuaikan pengaturan seperti subnet, rentang alamat, nama domain, opsi router, dan broadcast sesuai dengan instruksi pada gambar, serta pastikan IP Address yang digunakan sesuai dengan yang terpasang pada interface enp0s8.
16. Tambahkan interface yang akan digunakan sebagai DHCP Server dengan membuka file konfigurasi default. Caranya adalah dengan masuk ke direktori default dan mengedit menggunakan perintah " nano /etc/default/isc-dhcp-server ".
17. Tambahkan interface enp0s8 untuk dijadikan sebagai DHCP Server.Pada INTERFCACESv4 masukkan interface enp0s8.
18. Selanjutnya lakukan restart terhadap DHCP Server.Untuk melakukan restart dapat dengan memasukkan perintah " etc/init.d/isc-dhcp-server restart ".
20. Ubah pengaturan IP Address menjadi dinamis dengan memilih opsi Obtain an IP address automatically pada Internet Protocol versi 4.
21. Di bagian Network Details, terlihat bahwa PC Client berhasil menerima IP Address secara dinamis dari DHCP Server. IP Address yang diterima adalah 106.106.106.2, yang berada dalam subnet yang sama dengan IP Address DHCP Server yaitu 106.106.106.1. Selain itu, domain yang diterima juga sesuai dengan yang dikonfigurasi di dhcpd.conf, yaitu team6.net.
22. Untuk melihat client yang sudah menerima IP Address, Anda bisa menggunakan perintah " cat /var/lib/dhcp/dhcpd.leases ". Perintah ini akan menampilkan daftar PC Client yang telah mendapatkan IP Address dari DHCP Server.
23. Agar MAC Address client mendapatkan IP secara static, salin MAC Address dari PC Client yang akan dikonfigurasi menjadi IP Static.
24. Edit file dhcpd.conf menggunakan nano editor untuk melakukan konfigurasi IP Address menjadi static .Untuk melakukannya dapat dengan memasukkan perintah " nano dhcpd.conf " .
25. Lalu cari hingga menemukan host fantasia.Pada bagian hardware ethernet masukkan MAC Address client dan pada bagian fixed-address masukkan IP Address static yang diinginkan.
27. Supaya PC Client mendapatkan IP Address baru,lakukan disable dan enable pada interface yang terdapat di PC Client.
28. Pada bagian Network details, terlihat bahwa IP Address pada client telah berubah menjadi 106.106.106.6, yang menunjukkan bahwa client berhasil mendapatkan IP Address statis dari DHCP Server.
0 Komentar