Instalasi WordPress Pada NGINX (Debian 12)

WordPress adalah salah satu Content Management System (CMS) paling populer di dunia yang digunakan untuk membangun berbagai jenis website, mulai dari blog sederhana hingga situs e-commerce yang kompleks. WordPress dikenal karena kemudahan penggunaannya, fleksibilitas dalam desain, dan ekosistem plugin serta tema yang luas. Untuk menjalankan WordPress di server berbasis Nginx, diperlukan lingkungan LEMP (Linux, Nginx, MySQL/MariaDB, dan PHP). Nginx dipilih karena performanya yang unggul dalam menangani traffic tinggi dibandingkan dengan beberapa web server lainnya.

Instalasi WordPress pada Nginx melibatkan konfigurasi web server agar mendukung pengolahan file PHP dan pengelolaan permalinks yang efisien. Selain itu, database seperti MySQL digunakan untuk menyimpan semua data situs, termasuk konten, pengaturan, dan informasi pengguna. Dengan konfigurasi yang tepat, kombinasi WordPress dan Nginx dapat menghasilkan website yang cepat, stabil, dan mampu menangani beban traffic yang besar, menjadikannya pilihan ideal untuk kebutuhan hosting modern.

A.Topologi Jaringan 

B.Tujuan

Mengetahui cara melakukan Instalasi Wordpress menggunakan layanan NGINX.

C.Persiapan

1. Virtual Box


2. PuTTY

D.Langkah-Langkah Konfigurasi

1. Langkah awal sebelum mengkonfigurasi web server adalah menambahkan IP Address pada enp0s8. Hal ini penting agar klien dapat terhubung dan mengakses web server yang kita buat. Untuk melakukannya, jalankan perintah berikut:
nano /etc/network/interfaces
Selanjutnya,tambahkan baris berikut :
allow-hotplug enp0s8
iface enp0s8 inet static 
address (IP Address)  

2. Setelah melakukan konfigurasi pada IP Address,langkah selanjutnya adalah melakukan restart jaringan.Caranya dengan menjalankan perintah :
systemctl restart networking

3. Selanjutnya,pastikan server yang digunakan sudah terdapat konfigurasi DNS Server.Jika server sudah terdapat konfigurasi DNS,tambahkan subdomain www pada zona forward.Untuk melakukan konfigurasi DNS Server dapat dilihat di sini : DNS Server .

4. Untuk menyimpan perubahan yang sebelumnya dilakukan,jalankan perintah restart pada layanan bind9.Caranya dengan menjalankan perintah :
systemctl restart bind9
Setelah bind9 sudah di restart,lakukan pengecekan apakah subdomain www berhasil diterapkan.Caranya dengan melakukan ping terhadap subdomain www.Sebagai contoh saya memiliki domain team6.net , maka subdomainnya www.team6.net .(Pastikan perintah ping mendapat reply)

5. Selanjutnya kita akan melakukan pembaruan terhadap paket yang tersedia.Untuk melakukannya dapat dengan menjalankan perintah : 
apt update

6. Setelah memperbarui paket yang tersedia dengan apt update,selanjutnya adalah melakukan install paket NGINX.Caranya dengan menjalankan perintah :
apt install nginx
Saat muncul pesan "Do you want to continue?" ketik "y" untuk melanjutkan instalasi. 

7. Selanjutnya install paket mariadb-server dan mariadb-client yang berguna untuk membuat database terhadap wordpress .Caranya dengan menjalankan perintah :
apt install mariadb-server mariadb-client -y

8. Setelah melakukan install paket mariadb.Lakukan pengecekan status terhadap layanan mariadb dengan menjalankan perintah :
systemctl status mysql 
Pastikan statusnya adalah "active (running)"

9. Langkah selanjutnya adalah membuat database dan user yang akan mengaksesnya. Langkah ini merupakan bagian penting dalam pengaturan dan manajemen aplikasi seperti WordPress.
Kita perlu masuk terlebih dahulu ke layanan MySQL : 
mysql -u root -p (perlu password root) atau 
mysql (tidak ditanyakan password)
Setelah masuk layanan MySQL buat database untuk WordPress : 
create database wordpress;
Selanjutnya,buat user yang akan digunakan untuk melakukan akses terhadap WordPress : 
create user ‘nama_user’@’localhost’ identified by ‘password’;
Selanjutnya,berikan hak akses penuh pada user yang dibuat pada database wordpress : 
grant all privileges on wordpress.* to ‘nama_user’@’localhost’;
Lakukan pembaruan hak akses MySQL dengan perintah : 
flush privileges;
Setelah semua konfigurasi selesai,keluar dari  MySQL dengan perintah : 
exit

10. Untuk meningkatkan keamanan terhadap MySQL,dapat dengan menjalankan perintah :
mysql_secure_installation
Ketika menjalankan perintah tersebut, pilih ‘y’ untuk setiap pertanyaan yang diajukan, kecuali saat diminta mengubah kata sandi root, pilih ‘n’.

11.Setelah database berhasil dibuat, langkah selanjutnya adalah menginstal paket PHP (Hypertext Preprocessor). PHP digunakan untuk mengembangkan situs web dinamis, memungkinkan konten berubah berdasarkan input pengguna atau data dari database. Instalasi dapat dilakukan dengan menjalankan perintah :
apt install php-fpm php-mysql
Saat install akan terlihat versi paket php yang sedang diinstal.Disini adalah “php8.2” .

12. Setelah paket php terinstal,cek statusnya dengan menjalankan perintah :
systemctl status php8.2-fpm (Sesuaikan dengan versi php yang diinstal)
Pastikan statusnya adalah “active (running)”.

13. Selanjutnya lakukan instalasi terhadap file wordpress dengan menjalankan perintah :
wget https://wordpress.org/latest.zip


14. Karena file wordpress yang diinstall berbentuk .zip maka kita perlu mengekstrak file tersebut.Untuk melakukannya kita perlu menginstall paket unzip dahulu.Caranya dengan menjalankan perintah :
apt install unzip

15. Selanjutnya salin file latest.zip ke direktori /home/(nama_direktori)/.Dengan menjalankan perintah :
cp latest.zip /home/(nama_direktori)/
Selanjutnya cek apakah file latest.zip sudah berhasil disalin,sebelumnya kita akan pindah terlebih dahulu ke direktorinya dengan menjalankan perintah : 
cp /home/(nama_direktori)/
Setelah pindah direktori,untuk melihat file yang terdapat pada direktori dapat dengan menjalankan perintah : 
ls

16. Selanjutnya ekstrak file latest.zip menggunakan unzip.Caranya dengan menjalankan perintah :
unzip latest.zip

17. Sebelum menyalin hasil ekstrak file latest.zip ke direktori /var/www/html/,hapus terlebih dahulu konfigurasi HTML default Nginx dengan menggunakan perintah : 
rm /var/www/html/index.nginx-debian.html

18. Setelah file latest.zip diekstrak, hasilnya adalah sebuah direktori bernama wordpress yang berisi konfigurasi untuk WordPress.Untuk mengakses direktori tersebut,dapat dengan menggunakan perintah: 
cd wordpress/
Salin semua file dan direktori dari direktori wordpress ke direktori /var/www/html/ dengan menggunakan perintah  : 
cp -r * /var/www/html/
Ganti kepemilikan direktori /var/www/html/ agar menjadi milik www-data dengan menggunakan perintah : 
chown -R www-data:www-data /var/www/html/
Setelah sudah,lakukan restart terhadap layanan NGINX agar perubahan bisa diterapkan dengan menggunakan perintah: 
systemctl restart nginx

19. Langkah selanjutnya adalah membuat server block untuk WordPress. Konfigurasi blok server ini bertujuan agar NGINX dapat menjalankan PHP.Caranya, masuk terlebih dahulu ke direktori /etc/nginx/sites-available dengan perintah :
cd /etc/nginx/sites-available
Selanjutnya buat server block baru dengan membuka sebuah file baru menggunakan nano editor.Caranya dengan menggunakan perintah :
nano (nama_server_block_baru)

20. JIka file sudah terbuka menggunakan nano editor,paste konfigurasi server block berikut ke file kosong yang sebelumnya dibuat.
Berikut konfigurasi server block yang digunakan : 
server {
    listen 80;
    server_name nama_domain;

    root /var/www/html;
    index index.php index.html index.htm;

    location / {
        try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
    }

    location ~ \.php$ {
        include snippets/fastcgi-php.conf;
        fastcgi_pass unix:/var/run/php/php8.2-fpm.sock;
        fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
        include fastcgi_params;
    }
}
Sesuaikan nama_domain dengan subdomain www yang telah di konfigurasi di DNS Server, dan pastikan versi PHP yang digunakan sesuai dengan versi PHP yang telah diinstal.

21. Untuk mengaktifkan blok server yang telah dibuat untuk WordPress, buat symlink dari file konfigurasi blok server WordPress ke direktori /etc/nginx/sites-enabled/ dengan menjalankan perintah berikut :
ln -s /etc/nginx/sites-available/wordpress /etc/nginx/sites-enabled/

22. Selanjutnya lakukan restart terhadap layanan NGINX agar perubahan bisa diterapkan dengan menggunakan perintah:
systemctl restart nginx
Selanjutnya, periksa apakah terdapat kesalahan syntax dengan menjalankan perintah :
nginx -t

23. Setelah semua selesai,akses domain server yang dibuat sebelumnya.Lalu akan muncul laman installer WordPress,dan kita disuruh untuk memilih bahasa yang ingin digunakan.Pilih bahasa yang diinginkan,disini saya memilih English.Jika sudah klik Continue untuk melanjutkan.

24. Untuk memulai proses instalasi,klik opsi Let’s go! untuk melanjutkan.

25. Isi semua informasi yang ada sesuai dengan database dan nama user  yang sebelumnya dibuat.Jika semua sudah klik Submit untuk melanjutkan.

26. Klik Run the installation untuk melanjutkan instalasi.

27. Pada tahap berikutnya, akan muncul halaman dengan kolom untuk memasukkan nama situs, nama pengguna, dan kata sandi yang akan digunakan untuk akun WordPress. Setelah mengisi kolom-kolom tersebut, klik opsi Install WordPress.

28. Jika muncul pesan Success! berarti instalasi WordPress telah berhasil dilakukan. Selanjutnya, klik opsi Log In untuk melanjutkan.

29. Setelah mengklik opsi Login, halaman berikutnya akan menampilkan halaman login. Masukkan username dan password yang sebelumnya dibuat untuk akun WordPress, kemudian klik Login.

30. Jika berhasil menuju halaman Welcome to WordPress!, berarti instalasi WordPress pada NGINX telah berhasil dilakukan. Selanjutnya, tema WordPress dapat diedit atau disesuaikan sesuai yang diinginkan.

Verifikasi Pada Client Linux 

Langkah selanjutnya adalah memverifikasi akses ke WordPress menggunakan klien Linux. Untuk memverifikasinya, cari alamat domain di browser Linux dan tekan enter. Jika berhasil, tampilan akan muncul seperti ini.


Posting Komentar

0 Komentar