CCNA | LAB - NAT DYNAMIC
Apa Itu NAT Dynamic ?
NAT Dynamic adalah jenis Network Address Translation yang secara otomatis menerjemahkan alamat IP private ke salah satu alamat IP public yang tersedia dalam sebuah daftar (pool). Jadi, berbeda dengan NAT Static yang menetapkan satu IP public untuk satu IP private, NAT Dynamic memilih secara acak dari kumpulan IP public yang tersedia. Hal ini membuat NAT Dynamic lebih fleksibel, karena satu IP public tidak hanya digunakan untuk satu perangkat. Namun, jika semua IP public di pool sedang dipakai, maka perangkat lain yang ingin mengakses internet harus menunggu sampai ada IP yang tersedia. NAT Dynamic biasanya digunakan di jaringan besar yang butuh banyak koneksi ke luar, tapi tetap ingin menghemat penggunaan IP public.
A. Topologi
B. Tabel IP Address
C. Konfigurasi
Untuk menerapkan konsep NAT Dynamic, kita anggap bahwa jaringan Internet menggunakan routing OSPF. Network A dan Network B yang terletak di R1 dan R2 dianggap sebagai jaringan privat karena tidak diumumkan (advertise) melalui OSPF. Oleh karena itu, agar perangkat di Network A dan B bisa mengakses Internet, dibutuhkan konfigurasi NAT. Supaya Network A dan B tetap dianggap sebagai jaringan privat dan tidak dibagikan melalui OSPF, maka kedua network tersebut tidak perlu dimasukkan ke dalam konfigurasi OSPF di R1 maupun R2.
Untuk skenario penerjemahan dari IP Private ke IP Public, akan digunakan tabel NAT seperti berikut:
1. Kita akan lakukan konfigurasi NAT Dynamic pada R1 dahulu.Untuk melakukannya dapat dengan menggunakan perintah berikut.
2. Selanjutnya lakukan kembali langkah sebelumnya pada R2.Caranya dengan menggunakan perintah berikut.
3. Kita lakukan verifikasi dengan melakukan ping dari Laptop1 ke Lo3 yang ada pada R2.Dan Lakukan lagi verifikasi dengan melakukan ping dari Laptop1 ke Lo4 yang ada pada R2.
4. Selanjutnya kita juga bisa melakukan traceroute dari Laptop1 > Lo4 untuk melihat jalur apa saja yang dilewati.
5. Lakukan hal yang sama pada Laptop2 > Lo2 menggunakan perintah traceroute untuk melakukan verifikasi.
D. Review
Perbedaan NAT Static dan NAT Dynamic jika dilihat lewat perintah show ip nat translation. Kalau NAT Static, hasilnya akan selalu terlihat karena IP private dan IP public sudah dipasang tetap, jadi walaupun tidak ada aktivitas jaringan, tetap muncul. Sementara kalau NAT Dynamic, hasilnya hanya muncul saat ada perangkat yang sedang terhubung ke internet. Kalau tidak ada aktivitas, hasilnya tidak terlihat karena NAT Dynamic bekerja otomatis dan hanya aktif saat dibutuhkan. Jadi, NAT Static selalu tampil, sedangkan NAT Dynamic hanya muncul saat dipakai.
- Apa saja kelebihan dan kekurangan NAT Dynamic?
NAT Dynamic memiliki kelebihan yaitu mampu menghemat penggunaan alamat IP publik. Dengan cara ini, banyak alamat IP lokal bisa berbagi sejumlah kecil alamat IP publik yang tersedia secara dinamis, sehingga lebih efisien dan cocok untuk jaringan besar. Selain itu, proses penerjemahan dilakukan otomatis, jadi lebih praktis tanpa perlu pengaturan manual untuk tiap perangkat.
Kekurangannya, karena alamat IP publik diberikan secara acak dan berubah-ubah, perangkat di jaringan lokal tidak bisa diakses dari luar secara langsung. Hal ini menyulitkan jika ada kebutuhan untuk menjalankan server internal. Selain itu, pencatatan koneksi bisa lebih rumit karena alamat IP publik tidak tetap.
0 Komentar