CCNA | LAB - NAT STATIC
Apa Itu NAT Static ?
A. Topologi
B. Tabel IP Address
C. Konfigurasi
Untuk menerapkan konsep NAT Static, kita anggap bahwa jaringan Internet menggunakan routing OSPF. Network A dan Network B yang terletak di R1 dan R2 dianggap sebagai jaringan privat karena tidak diumumkan (advertise) melalui OSPF. Oleh karena itu, agar perangkat di Network A dan B bisa mengakses Internet, dibutuhkan konfigurasi NAT. Supaya Network A dan B tetap dianggap sebagai jaringan privat dan tidak dibagikan melalui OSPF, maka kedua network tersebut tidak perlu dimasukkan ke dalam konfigurasi OSPF di R1 maupun R2.
Terlihat bahwa Network A tidak di advertise oleh R1, begitu juga Network B yang tidak diumumkan oleh R2.
Untuk skenario penerjemahan dari IP Private ke IP Public, akan digunakan tabel NAT seperti berikut:
1. Sekarang kita mulai melakukan konfigurasi NAT Static pada R1.
D. Review
- Dengan konfigurasi NAT Static di R1 dan R2, apakah Laptop1 dapat melakukan tes Ping ke
Laptop2 menggunakan Public IP yang dimiliki Laptop1 dan Laptop2?
Iya, bisa. Karena IP Public adalah alamat IP yang bisa diakses oleh jaringan mana saja, asalkan jaringan tersebut terhubung ke luar, seperti ke internet.
- Tambahkan WebServer pada Network A dan berikan IP address 192.168.1.3. Dengan asumsi NAT static telah disetting seperti pada Halaman 83, coba akses WebServer dari Laptop2 menggunakan IP Public yang telah diberikan untuk WebServer yaitu 12.12.12.33.
- Apakah Laptop2 dapat mengakses WebServer di Network A?
- Apakah Laptop2 dapat melakukan tes Ping ke WebServer di Network A?
Iya, bisa. NAT Static memungkinkan WebServer di jaringan private dapat diakses dari luar jaringan menggunakan IP Public. Hal ini karena NAT menerjemahkan alamat IP private menjadi IP public, sehingga perangkat dari luar jaringan seperti Laptop2 dapat terhubung ke WebServer. NAT sering digunakan untuk membuat server, termasuk WebServer, bisa diakses dari mana saja oleh client yang terhubung ke internet.
- Sebutkan kelebihan dan kekurangan NAT Static?
NAT Static memungkinkan pemetaan alamat IP pribadi ke IP publik yang tetap, memberikan koneksi yang stabil untuk perangkat yang membutuhkan alamat IP tetap, seperti server. Ini memudahkan pengaturan jaringan dengan alamat IP yang konsisten.
Namun, NAT Static memiliki kekurangan karena terbatasnya jumlah alamat IP publik yang tersedia, sehingga dapat menghabiskan kuota IP. Selain itu, setiap perubahan perangkat memerlukan pengaturan manual, menambah kompleksitas dalam administrasi jaringan.
0 Komentar