CCNA | Lab - Static Routing

CCNA | LAB - STATIC ROUTING 

Apa Itu Static Routing ? 

Static routing adalah metode pengaturan jalur pengiriman data di dalam jaringan yang dilakukan secara manual oleh administrator jaringan. Artinya, kita harus menentukan sendiri rute atau arah mana yang harus dilewati oleh data untuk sampai ke tujuan. Pada static routing, router tidak mencari jalur secara otomatis, jadi setiap perubahan jaringan harus diperbarui secara manual. Meskipun lebih sederhana dan aman karena tidak mudah berubah-ubah, static routing hanya cocok digunakan pada jaringan kecil atau jaringan yang tidak sering berubah, karena jika ada penambahan atau perubahan rute, semua harus diatur ulang satu per satu.


A. Topologi


B. Tabel IP Address

C. Konfigurasi 

1. Tambahkan IP Address pada masing masing perangkat sesuai dengan tabel IP Address yang tersedia.Kita akan mulai dari R1
  • Interface fa0/0
  • Interface fa0/1
  • Interface lo1
  • Interface lo2

2. Selanjutnya,tambahkan IP Address untuk R2.Sesuaikan dengan yang ada pada tabel IP Address
  • Interface fa0/0
  • Interface fa0/1
  • Interface lo3
  • Interface lo4

3. Selanjutnya,kita akan menambahkan IP Address pada Laptop 1 dan Laptop 2.
  • Laptop 1
  • Laptop 2

Konfigurasi Static Routing

Sebelum melakukan static routing, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami terlebih dahulu. Salah satunya adalah next hop IP address, yaitu alamat IP dari router yang langsung terhubung dengan router yang sedang kita konfigurasi. Alamat ini digunakan sebagai petunjuk ke mana paket data harus diteruskan. Selain itu, ada juga exit interface, yaitu antarmuka pada router yang digunakan sebagai jalur keluar untuk mengirim paket ke router tujuan. Kedua konsep ini sangat penting agar proses routing dapat berjalan dengan benar dan efisien.

4. Selanjutnya,kita akan melakukan konfigurasi static routing untuk R1 dan R2.Yang akan digunakan sekarang adalah next-hop IP Address pada R1 dan R2.Untuk R1 dapat dengan menggunakan perintah berikut.


5. Lalu untuk konfigurasi R2 dapat dengan menggunakan perintah berikut.


6. Untuk melihat tabel routing,dapat dengan menggunakan perintah show ip route.

D. Verifikasi

7. Setelahnya kita akan melakukan uji coba dengan melakukan ping dari Laptop 1 ke Laptop 2.

8. Untuk melihat jalur yang dilalui oleh paket menuju tujuan, kita bisa menggunakan perintah traceroute.

E.Review

  • Setelah mengetahui static routing dengan next-hop ip address, sekarang coba kerjakan
    static routing menggunakan exit-interface di R1 dan R2?

9. Sebelum melakukan static routing dengan metode exit-interface, terlebih dahulu hapus konfigurasi static routing yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan perintah berikut.
  • R1 Hapus Static Route


  • R2 Hapus Static Route

10. Setelah semua konfigurasi ip route terhapus,kita akan melakukan static routing menggunakan exit-interface.Untuk melakukannya gunakan perintah berikut.
  • R1 Static Routing Exit-Interface
  • R2 Static Routing Exit-Interface

11. Lakukan uji coba kembali dengan menggunakan perintah ping.

  • Lebih baik menggunakan next-hop ip address atau exit-interface untuk implementasi static
    routing? Jelaskan alasannya kenapa?

Lebih baik menggunakan next-hop IP address untuk implementasi static routing, terutama jika interface yang digunakan bukan tipe point-to-point. Alasannya, dengan next-hop IP, router bisa lebih efisien dalam menentukan tujuan paket karena tahu secara pasti ke mana paket harus dikirim. Selain itu, penggunaan next-hop IP juga lebih fleksibel dan umum digunakan dalam jaringan yang kompleks. Sementara itu, penggunaan exit-interface biasanya cocok untuk koneksi point-to-point seperti serial, tapi kalau dipakai di interface seperti Ethernet bisa menimbulkan masalah performa atau proses routing jadi kurang optimal.

Posting Komentar

0 Komentar