Apa itu Shared Hosting?
Shared Hosting adalah layanan hosting di mana satu server dipakai bersama oleh banyak pengguna, sehingga sumber daya seperti CPU, RAM, dan bandwidth dibagi ke semua website yang ada di server tersebut. Karena sistemnya berbagi, biaya yang dikeluarkan relatif murah dan pengelolaannya lebih sederhana, sehingga cocok untuk pemula. Jenis hosting ini biasanya digunakan untuk website berskala kecil hingga menengah, seperti blog pribadi, website portofolio, atau toko online yang pengunjungnya belum terlalu ramai dan tidak membutuhkan sumber daya server yang besar.
A.Topologi Jaringan
B.Tujuan
Mengetahui cara melakukan Konfigurasi EHCP pada Ubuntu 20.04 .
C.Persiapan
1. Virtual Box
2. PuTTY
3. File ISO Ubuntu 20.04
D.Langkah-Langkah Konfigurasi
1. Lakukan Konfigurasi IP Address virtual untuk interface kedua akan dilakukan pada enp0s8, sementara interface pertama (enp0s3) akan digunakan untuk koneksi internet.
File konfigurasi yang digunakan berada di /etc/netplan/00-installer-config.yaml. Berikut adalah konfigurasi yang digunakan untuk pengaturan IP Address:
network:version: 2ethernets:enp0s3:dhcp4: falseaddresses:- 10.150.174.100/24gateway4: 10.150.174.141nameservers:addresses:- 10.150.174.141- 8.8.8.8enp0s8:dhcp4: falseaddresses:- 6.6.6.1/24- 6.6.6.2/24- 6.6.6.3/24
3. Sebelum melanjutkan konfigurasi, tentukan dulu IP Address yang akan digunakan oleh setiap client. Untuk memudahkan saat konfigurasi bisa dicatat terlebih dahulu.
4. Instal paket yang dibutuhkan, yaitu bind9 untuk DNS, Apache untuk web server, dan w3m untuk browsing berbasis terminal. Jalankan perintah berikut untuk melakukan instalasi.
apt install bind9 dnsutils apache2 w3m -y
5. Selanjutnnya , buka direktori /etc/bind kemudian tambahkan tiga zona domain dan satu domain ip (ARPA) pada file named.conf.local. Untuk konfigurasi yang ditambahkan pada file named.conf.local adalah sebagai berikut:
zone "ezar.net"{type master;file "/etc/bind/ezar";};zone "athaya.id"{type master;file "/etc/bind/athaya";};zone "rahendi.org"{type master;file "/etc/bind/rahendi";};zone "6.6.6.in-addr.arpa"{type master;file "/etc/bind/ip";};
6. Langkah berikutnya adalah membuat file zona untuk setiap domain yang digunakan, sekaligus menambahkan file zona untuk IP address. Proses ini dilakukan dengan cara menyalin file zona bawaan, yaitu db.local sebagai dasar zona domain dan db.127 sebagai dasar zona IP.
8. Buka file zona domain kedua (athaya.id). Sebagai contoh, nama file zona domain ini adalah athaya. Gunakan nano editor untuk mengedit file tersebut, lalu tambahkan A Record dan www. Setelah selesai, simpan perubahan di editor nano.
11. Selanjutnya, buka file named.conf.options pada direktori /etc/bind menggunakan nano editor.Pada bagian forwarders ubah IP Addressnya menjadi IP Gateway yang terhubung ke internet.
12. Setelah semua konfigurasi selesai, lakukan restart layanan bind9 supaya perubahan yang dibuat dapat aktif. Proses ini dilakukan dengan menjalankan perintah :
service bind9 restart
13. Selanjutnya , pada ubuntu server ketika kita ingin menambahkan dns pada resolv.conf maka ketika di reboot isi file dari resolv.conf akan hilang. Tetapi , sebagai percobaan disini kita akan menambahkan terlebih dahulu DNS pada resolv.conf agar nantinya bisa memverifikasi domain yang sudah dibuat.
14. Jika sudah , maka bisa dilanjutkan dengan melakukan verifikasi ping ketiga domain masing-masing. Bila berhasil mendapatkan reply, maka konfigurasi domain sudah berhasil dilakukan.
15. Sekarang kita akan melakukan cara agar resolv.conf tidak hilang meskipun system di reboot. Untuk itu lakukan instalasi paket resolvconf dengan menjalankan perintah :
apt install resolvconf -y
16. Selanjutya tambahkan DNS pada path file /etc/resolvconf/resolv.conf.d/head. Gunakan nano editor kemudian jangan lupa untuk menyimpan perubahan agar konfigurasi resolvconf dapat diterapkan.
17. Jalankan perintah resolvconf –enable-updates dan resolvconf -u untuk memperbarui dan menerapkan konfigurasi DNS yang telah dibuat.
nano /etc/apache2/apache2.conf
cp 000-default.conf nama_file.conf
25. Jika sudah , maka bisa dilanjutkan dengan membuka virtual host baru untuk domain ketiga. Sebagai contoh, file ini bernama rahendiorg.conf Ubah bagian ServerName menjadi www.namadomain, lalu atur direktori root ke /home/rahendi Setelah itu, simpan perubahan.
27. Jika Sudah , lanjutkan dengan membuat user kedua menggunakan perintah adduser. Masukan User yang di inginkan sebagai contoh disini adalah athaya.
29. Jika sudah berhasil membuat ketiga user, maka nantinya akan terbuat file direktori home untuk masing-masing user di /home. Nantinya kita akan taruh file html di masing masing direktori tersebut, agar bisa di gunakan untuk tampilan web server ketiga domain.
35. Selanjutnya atur permission folder website menggunakan perintah chmod -R 755 pada folder /home/ezarnet, /home/athaya, dan /home/rahendi agar file dan folder bisa diakses dengan benar, lalu ubah kepemilikan folder tersebut ke user dan grup web server menggunakan perintah chown -R www-data:www-data supaya Apache memiliki hak akses penuh, setelah itu restart layanan Apache dengan perintah systemctl restart apache2 agar seluruh perubahan yang sudah dilakukan dapat diterapkan.
Lakukan verifikasi untuk konfigurasi shared hosting dengan cara mengakses setiap web server menggunakan domain yang sudah di konfigurasi sebelumnya. Jika muncul tampilan web server, maka konfigurasi shared hosting telah berhasil
Domain 1
0 Komentar