Database Server

 


Apa itu Database Server?

VPS (Virtual Private Server) adalah server virtual yang berasal dari satu server fisik dan dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap VPS memiliki sistem operasi, penyimpanan, dan resource sendiri sehingga bisa berjalan secara mandiri seperti server pribadi. Karena bersifat virtual, VPS bisa diakses dan dikelola dari jarak jauh melalui internet.

VPS biasanya digunakan untuk hosting website, server aplikasi, atau keperluan pembelajaran seperti praktik jaringan dan server. Dibandingkan shared hosting, VPS lebih stabil dan fleksibel karena penggunanya bebas melakukan konfigurasi sesuai kebutuhan tanpa terganggu pengguna lain.

Apa itu MariaDB?

VPS (Virtual Private Server) adalah server virtual yang berasal dari satu server fisik dan dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap VPS memiliki sistem operasi, penyimpanan, dan resource sendiri sehingga bisa berjalan secara mandiri seperti server pribadi. Karena bersifat virtual, VPS bisa diakses dan dikelola dari jarak jauh melalui internet.

VPS biasanya digunakan untuk hosting website, server aplikasi, atau keperluan pembelajaran seperti praktik jaringan dan server. Dibandingkan shared hosting, VPS lebih stabil dan fleksibel karena penggunanya bebas melakukan konfigurasi sesuai kebutuhan tanpa terganggu pengguna lain.

A.Topologi Jaringan 


B.Tujuan

Mengetahui cara melakukan Konfigurasi EHCP pada Ubuntu 20.04 .

C.Persiapan

1. Virtual Box


2. PuTTY

3. File ISO Ubuntu 20.04

D.Langkah-Langkah Konfigurasi 

Pembelian Domain

1. Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu membuka Server dan menjalankan perintah apt update untuk memperbarui daftar paket yang tersedia.

2. Langkah berikutnya adalah melakukan instalasi paket mariadb-server, yang berfungsi sebagai sistem manajemen basis data untuk menyimpan, mengelola, dan mengakses data secara efisien. Instalasi ini diperlukan agar server dapat menangani operasi database seperti pembuatan tabel, penyimpanan data, dan pengelolaan transaksi. Untuk memulai instalasi, jalankan perintah berikut pada terminal:
apt install mariadb-server

3. Langkah selanjutnya adalah masuk ke layanan MariaDB untuk melakukan pengelolaan basis data. Setelah berhasil masuk, buat sebuah database baru menggunakan perintah create database (nama_database); sebagai contoh.

4. Langkah berikutnya adalah membuat tabel pada database yang telah dibuat sebelumnya. Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data secara terstruktur sesuai dengan kebutuhan sistem, sehingga proses penyimpanan, pencarian, dan pengolahan data dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien. Setiap kolom pada tabel merepresentasikan jenis informasi tertentu, seperti identitas, alamat, dan data pendukung lainnya. Adapun format pembuatan tabel yang digunakan adalah sebagai berikut:
CREATE TABLE table_siswa (
    no INT AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
    Nama VARCHAR(100),
    Alamat VARCHAR(255),
    `Tanggal Lahir` DATE,
    `No Telp`VARCHAR(15),
    `Alamat Email`VARCHAR(100),
    `Asal Sekolah`VARCHAR(100)
);

5. Pada tahap ini, data yang dimiliki akan dimasukkan ke dalam tabel yang telah dibuat sebelumnya, yaitu table_siswa. Proses ini dilakukan menggunakan perintah INSERT INTO, yang berfungsi untuk menambahkan data baru ke dalam tabel sesuai dengan struktur kolom yang telah ditentukan. Berikut data yang saya gunakan:
Data Untuk Simulasi Database

6. Langkah selanjutnya adalah menampilkan isi data yang tersimpan di dalam database. Untuk melihat data pada tabel yang telah diisi sebelumnya, digunakan perintah SELECT, yang berfungsi untuk mengambil dan menampilkan data dari tabel tertentu.Berikut adalah perintah :
select * from table_siswa;

7. Sekarang kita akan mencoba proses pencadangan (backup) database menggunakan utilitas mysqldump. Backup ini bertujuan untuk mengamankan data yang ada di dalam database agar dapat dipulihkan kembali apabila terjadi kerusakan sistem, kesalahan konfigurasi, atau kehilangan data.

8. Langkah selanjutnya adalah melakukan proses restore database. Namun sebelum proses tersebut dilakukan, perlu dibuat sebuah database baru terlebih dahulu sebagai tujuan pemulihan data. Pembuatan database ini bertujuan untuk menampung hasil restore dari file cadangan (backup) yang telah dibuat sebelumnya.

9. Pada tahap ini proses restore database dapat mulai dilakukan. Proses restore bertujuan untuk mengembalikan data dan struktur tabel dari file cadangan ke dalam database yang telah dibuat sebelumnya. Untuk menjalankan proses restore, gunakan perintah berikut pada terminal:
mysql new_database < Backup-DB_CV.sql

10. Sebagai tahap verifikasi, dilakukan pengecekan terhadap database hasil restore dengan menampilkan daftar database serta daftar tabel. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa struktur tabel dan data telah berhasil dipulihkan sesuai dengan database sebelumnya. Verifikasi dapat dilakukan menggunakan perintah show databases untuk melihat database yang tersedia, kemudian dilanjutkan dengan perintah show tables untuk melihat tabel yang tersedia. 

11. Pada tahap ini, penampilan data juga dapat dibatasi agar hanya menampilkan sejumlah baris tertentu saja. Pembatasan ini berguna untuk mempermudah proses pengecekan data, terutama jika jumlah data dalam tabel cukup banyak. Untuk menampilkan hanya 15 baris data dari tabel (bisa kurang bisa lebih), dapat digunakan klausa LIMIT pada perintah SELECT. Adapun perintah yang digunakan adalah:
select * from table_siswa limit 15;

Posting Komentar

0 Komentar